Komunikasi Mahasiswa dengan Dosen

Untuk Anda yang baru lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas / Kejuruan, perguruan tinggi dapat terasa seperti sebuah dunia lain. Pepatah yang mengatakan bahwa masa-masa di sekolah (terutama SMA/SMK) merupakan masa-masa yang paling indah, akan terasa benar adanya. Perguruan tinggi dengan banyak tantangannya seperti tinggal jauh dari orang tua, lingkungan sosial yang sama sekali baru, jadwal kuliah yang padat, tugas yang begitu banyak, dll, akan terasa begitu melelahkan bagi mahasiswa.  Namun dari semua itu, tantangan untuk dapat berkomunikasi secara harmonis dengan dosen bisa jadi merupakan tantangan yang paling penting.

Untuk berhasil di perguruan tinggi, lambat laun Anda pasti akan berkomunikasi dengan dosen-dosen Anda. Perlu Anda pahami bahwa seorang dosen bukanlah sebuah server yang selalu siap sedia melayani apapun kemauan anda, mereka adalah salah satu figur pemegang otoritas di kampus. Dosen juga bukanlah bos Anda, karena mereka tidak membayar Anda untuk menyelesaikan berbagai tugas – jika Anda tidak menyelesaikan pekerjaan Anda, itu tidak menyakiti mereka, hanya Anda yang akan merugi.

Dalam situasi paling ideal, dosen Anda merupakan seorang ahli yang berpengetahuan luas tentang apa pun yang Anda pelajari, yang akan membimbing Anda untuk menambah pemahaman dan keahlian dalam bidang tersebut. Mereka dapat menginspirasi Anda untuk melakukan yang terbaik, seperti pelatih yang baik, atau mereka dapat membuat hidup Anda sengsara, seperti bos yang buruk. Terkadang perbedaannya adalah bagaimana Anda berkomunikasi dengan mereka.

TIPE-TIPE DOSEN

Ada banyak sekali tipe-tipe dosen yang mungkin akan anda temui. Dosen Anda mungkin orang yang santai. Dia mungkin sangat lucu. Dia mungkin sangat lembut ketika berbicara. Seorang dosen bisa menjadi ekstrovert atau introvert, berpikiran terbuka atau otoriter, akrab atau formal. Mereka mungkin percaya diri, canggung, atau berhati-hati. Bisa jadi juga mereka masih gugup di depan kelas meskipun telah berpengalaman 20 tahun dalam mengajar.

Hal yang harus Anda ingat adalah, bahwa dosen memiliki banyak otoritas di kelas, dia akan menjadi orang yang menilai pekerjaan Anda. Berbeda dengan guru sekolah menengah yang memiliki kewajiban untuk melakukan segala yang mungkin untuk membuat Anda naik kelas, dosen tidak memiliki pekerjaan itu. Pekerjaan dosen adalah menyajikan informasi, pengetahuan, dan ide kepada Anda. Tugas Anda adalah belajar. Jadi kepentingan utama Anda adalah untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang yang akan membimbing Anda di beberapa tahun paling penting dalam hidup Anda.

Kuncinya Terletak Pada Rasa Hormat dan Etika

Ya, Rasa Hormat dan Etika. Hormatilah dosen anda dalam tiap situasi, baik didalam kelas, ketika anda bertemu dijalan, ketika berbicara secara langsung, ketika anda berkomunikasi melalui telepon; email; media sosial serta media elektronik lainnya. Pastikan anda beretika baik ketika berkomunikasi dengan dosen. Gunakanlah bahasa, nada bicara, serta bahasa tubuh yang formal dan sopan. Meskipun dosen anda terlihat seperti dosen yang “gaul”, tetaplah jaga batas-batas anda sebagai mahasiswa.

Tips berkomunikasi dengan Dosen

  • Awali dengan Salam

Ucapkan salam atau kata sapaan yang sopan. Contoh: Assalamu’alaikum atau Selamat pagi Bapak/Ibu. Apabila bertemu secara langsung, akan lebih baik jika anda menjabat tangan atau mencium tangan mereka (salim). Ini akan memberikan kesan santun kepada sang dosen.

  • Ucapkan kata maaf

Mengucapkan kata maaf tidak selalu berarti mahasiswa memiliki salah, namun ini juga menunjukkan sikap santun dan rendah hati. Contoh: Maaf mengganggu waktu Bapak/Ibu

  • Perkenalkan Diri

Seorang dosen bisa memiliki hingga ratusan mahasiswa, yang terbagi juga dalam beberapa kelas. Tentunya dosen akan lebih sulit mengingat nama-nama mahasiswanya. Sehingga akan sangat memberi nilai lebih jika anda memperkenalkan diri anda secara baik. Contoh: “Saya Putri, mahasiswa Bapak/Ibu dari kelas xxxxx”. Lakukan ini baik pada saat bertemu secara langsung, terlebih saat melalui pesan singkat.

  • Gunakan bahasa yang formal

Berkomunikasilah dengan bahasa yang formal dan sopan. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu sampaikan dengan sopan dan jangan terkesan memerintah atau memaksa dosen. Hindari penggunaan bahasa gaul atau  alay, terutama ketika melalui pesan singkat. Hindari menyingkat kata seperti dmn, yg, ak, kpn, otw dan lainnya. Sampaikan maksud anda dengan jelas.

  • Ucapkan Terima Kasih

Akhiri tiap interaksi anda dengan ucapan terima kasih. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada dosen yang akan/telah berinteraksi dengan kita.

Post Your Thoughts