Adobe Flash Player: Akhir Sang Pionir

Adobe Flash Player Logo

Kehadiran Adobe Flash pada pertengahan tahun 90-an, berhasil mentransformasi tampilan internet yang ‘membosankan’, ketika itu hanya berisi teks dan gambar statis, menjadi pengalaman yang interaktif. Flash yang semakin popouler tidak hanya menarik perhatian banyak developer, namun juga hacker. Sehingga Flash digunakan sebagai jalur ‘serangan’ bagi hacker. Sehingga akhirnya Flash dianggap sebagai sebuah software yang memiliki resiko keamanan tinggi, dan akhirnya banyak yang beralih dari sang pionir ke platform seperti HTML 5 yang sekarang sedang naik daun.

Akhirnya pada Tanggal 26 Juli 2017, Adobe mengumumkan akan mengakhiri pengembangan software legendaris mereka, Adobe Flash. Berbeda dengan Flash versi android yang langsung dihentikan seketika, Flash Player versi browser akan dihentikan secara perlahan. Adobe berencana menghentikan Flash secara total pada akhir tahun 2020. Adobe akan tetap berkomitmen memberi dukungan serta merilis versi terbaru hingga 2020, dimaksudkan agar tersedia cukup waktu bagi para developer untuk bermigrasi ke platform lainnya.

Perusahaan teknologi besar lainnya seperti Google juga mengumumkan bahwa browser mereka Chrome akan menghentikan dukungannya terhadap Flash pada tahun yang sama. Rencananya pada bulan Oktober 2017, Chrome akan menghapus setelan yang memungkinkan semua konten Flash berjalan secara default. Pada pertengahan 2018, situs yang menggunakan Flash memerlukan izin pengguna setiap kali browser di-restart. Plugin Flash akan dinonaktifkan secara default, pada tahun 2019. Dan akhirnya, Flash akan benar-benar dihapus dari Chrome di akhir tahun 2020.

Firefox juga akan menonaktifkan plugin Flash untuk sebagian besar pengguna di tahun 2019. Firefox ESR (Extended Support Release), yang biasa digunakan oleh organisasi, akan berlanjut Memungkinkan konten Flash sampai akhir 2020. Opera belum membuat pengumuman, namun mengingat hal itu didasarkan pada Chromium, kemungkinan akan menjatuhkan dukungan untuk plugin saat Chrome melakukannya.

Kematian Flash dikait dengan penggunaan smartphone yang meningkat pesat. Perlawanan Apple yang menolak Flash di iPhone satu dekade yang lalu memberi momentum untuk penggunaan HTML5, dan Adobe akhirnya menghentikan dukungan untuk Flash di Android pada tahun 2012.

Mati 1 tumbuh 1000, begitulah menurut pepatah. Era sang pionir telah berakhir, diharapkan penerus-penurusnya dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan namun juga tetap aman bagi semua pengguna internet.

Post Your Thoughts