Peringkat Indonesia Menurun dalam Kesiapan Jejaring Global

NRI 2015 WEF

World Economic Forum (WEF) mengeluarkan laporan teknologi informasi global setiap tahunnya. Laporan tersebut menyajikan peringkat negara berdasarkan nilai indek kesiapan jejaring atau Networked Readiness Index (NRI). Indeks tersebut dihitung dengan menggunakan lebih dari 50 indikator yang diklasifikasikan dalam 10 pilar pengukuran. Peringkat Indonesia untuk tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan edisi tahun 2014 yaitu dari peringkat 64 (2014) ke peringkat 79 (2015). Peringkat Indonesia tersebut masih kalah dibandingkan empat negara lainnya yaitu Singapura yang menempati peirngkat pertama dunia, Malaysia ke-32, Thailand ke-67, dan Filipina ke-76.

Indeks Kesiapan Jejaring Indonesia

Meskipun ada banyak ruang untuk perbaikan dalam setiap komponen NRI, kinerja Indonesia relatif konsisten dan menggembirakan dalam banyak hal. Negara ini menempati urutan ke-35 dalam pilar penggunaan bisnis, naik 14 tempat sejak 2012 yang mengindikasikan bahwa semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mengadopsi TIK untuk meningkatkan operasi mereka dan memperluas kegiatannya. Namun sayangnya pemerintah kurang mempromosikan e-government melalui pengembangan dan peneraparan TIK untuk peningkatan layanan sektor publik. Fenomena yang menarik dariperspektif indikator NRI adalah telepon selular di Indonesia tumbuh luar biasa dan telah menjadi di mana-mana. Dengan perkiraan ITU (International Telecommunication Union), seluruh penduduk berada dalam jangkauan jaringan mobile generasi kedua atau lebih baik. Memang, Indonesia menawarkan salah satu tingkat berlangganan ponsel tertinggi (125 per 100 penduduk) di antara negara berkembang dan negara-negara berkembang di Asia. Dan ketika datang ke ponsel langganan-broadband kondisi untuk mengakses internet Indonesia adalah yang kedua setelah Thailand di wilayah tersebut. Namun penggunaan internet tetap sedikit: hanya 16 persen dari populasi yang terhubung.

Post Your Thoughts