Global Networked Readiness Index 2014

Perkembangan Indikator TIK di Indonesia menunjukkan peningkatan dari ke tahun, namun jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas menyebabkan Indonesia masih menghadapi tantangan dan hambatan dalam memanfaatkan potensi TIK untuk kepentingan dan pertumbuhan nasional. Salah satu kendala utamnya yaitu masalah kesenjangan digital, baik dari aspek wilayah maupun antar kelompok masyarakat dalam hak penguaasaan dan penerapan TIK. Hal tersebut dapat dilihat dari penurunan peringkat Networked Readiness Index (NRI) untuk pilar pengukuran penggunaan individual berdasarkan Global Information Technology Report tahun 2013 dan 2014 yang dirilis oleh Word Economic Forum-PBB.

NRI menunjukkan sejauh mana negara maju dan berkembang di seluruh dunia memanfaatkan TIK untuk meningkatkan daya saing. Pengukurannya menggunakan 54 indikator yang dikelompokkan dalam 10 pilar yaitu lingkungan regulasi dan politik, lingkungan inovasi dan bisnis, infrastruktur dan konten digital, affordability, ketrampilan, penggunaan individual, penggunaan bisnis, penggunaan pemerintah, dampak ekonomi, dan dampak sosial.

Peringkat indeks kesiapan jejaring Indonesia meningkat dari posisi ke 80 pada tahun 2012 menjadi ke-76 dari 144 negara pada tahun 2013, dan kembali naik ke posisi 64 dari 148 negara pada tahun 2014. Indonesia menunjukkan perbaikan pada aspek regulasi dan dampak TIK terhadap economi. Salah satu tantangan utamanya yaitu kesenjangan digital antar regional dan antar kelompok masyaraka, khususnya tingkat penggunaan TIK oleh individu dan rumah tangga yang menunjukkan penurunan peringkat berdasarkan nilai NRI. Kondisi dan posisi Indonesia tersebut memerlukan beberapa upaya untuk meningkatkan penetrasi dan dampak TIK terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia.

Pemanfaatan TIK oleh perusahaan menunjukkan peringkat yang lebih baik dibandingkan pemanfaatan oleh individu dan pemerintah. Posisi tersebut menunjukkan perusahaan relatif lebih siap menerapkan TIK sesuai dengan proses bisnisnya masing-masing. Namun sayangnya, Indonesia masih menunjukkan kelemahan dalam penyediaan infrastruktur dan konten digital yang menempati peringkat ke 85. Mengingat TIK merupakan salah satu faktor pendorong utama globalisasi (OECD, 2005), kondisi tersebut dapat menghambat Indonesia dalam meningkatkan posisinya di tingkat global melalui pemanfaatan TIK.

Post Your Thoughts